Review Novel Ayah Karya Andrea Hirata
Semua yang ada dalam novel Ayah membuat perasaan saya senang karena saya begitu menikmati pengalaman membaca yang saya dapatkan dari novel Ayah ini
![]() |
Sebagai penulis tersohor, Andrea Hirata secara umum dikenal karena karyanya yaitu Laskar Pelangi. Namun dari sisi pencinta karya sastra terutama novel pasti tau bahwa Andrea Hirata menulis karya lain yang sama bagusnya dengan laskar pelangi, bahkan bisa menurut saya semua novel yang ditulis oleh Andrea Hirata adalah karya kepenulisan yang layak untuk dibaca. Termasuk 'Novel Ayah' yang sama-sama berlatarkan tempat di belitong namun secara isi sama sekali tidak berkaitan dengan Tetralogi Laskar Pelangi.
Saya baru saja menuntaskan Novel Ayah karya Andrea Hirata dibulan ini. Walaupun saya rasa sangat terlambat jika ingin menuliskan reviewnya sekarang. Namun karena kesan saya sangat bagus terhadap isi novel ini membuat saya merasa sangat worth it untuk menuliskan review nya di tahun 2023, kesampingkan fakta bahwa novel ini pertama terbit tahun 2015 dan saya baru membacanya tahun ini.
Berikut ini beberapa informasi umum mengenai Novel Ayah yang harus kamu ketahui!
Sekilas info Novel Ayah
| Judul asli | Ayah |
| Tahun Pertama Terbit | Mei 2015 |
| Genre | Drama, Romansa |
| Penerbit | Bentang Pustaka |
| Jumlah Halaman | 412 (Full Text) |
| ISBN | 978-602-291-102-9 |
Review Novel Ayah
Hal yang pertama yang perlu diketahui mengenai novel 'Ayah' adalah bahwa novel ini memnceritakan latar tempat yang sama dengan Laskar Pelangi. Jika kamu pernah membaca Sang Pemimpi dan Edensor maka kamu tidak akan asing lagi dengan tempat dan budaya yang termuat dalam kisah cinta mengenaskan Sabari serta betapa sayangnya ia terhadap anaknya.
Pada lembaran-lembaran pertama, cerita sangat kental dengan kisah seru petualangan remaja yang membuat pembaca sekilas teringat dengan Laskar pelangi dan Sang Pemimpi. Mereka adalah Sabari, Tamat dan Ukun. Mereka adalah contoh sekumpulan orang-orang biasa dengan wajah yang biasa, penampilan tidak menarik dan tidak populer dikalangan anak-anak perempuan kampung.
Walau demikian, persahabatan mereka adalah yang terbaik karena berkat persahabatn itulah kisah dalam novel ini menjadi sedemikian menakjubkan. atau setidaknya tidak membuat pembaca kecewa dengan alur yang dibuat oleh Andrea Hirata karena terlalu membuat karakter Sabari sedemikian memprihatinkan.
Kemudian lambat laun, alur cerita dalam novel ini menjadi maju-mundur. awalnya saya lambat menangkap benang merah dari cerita berbeda yang selalu berganti terutama setiap bab selesai. Namun inilah yang menjadikan Novel Ayah sangat spesial bagi saya. Cerita-cerita yang berbeda tersebut akan menggulung menjadi satu peristiwa dan bagi saya ini menjadi Plot Twist yang membuat saya, jujur, kaget. Overall yang membuat saya sulit untuk melupakan kesan antusias begitu selesai membaca Novel Ayah.
Baca juga : Grafis atau Grafik? Mana yang Benar
Begitupun dengan pengembangan karakter, perasaan saya terhadap karakter dalam novel ini seperti Roller Coster dalam artian tidak menentu. Saya sangat menyukai karakter sabari dengan segala kepolosan dan kebersihan hatinya, namun disisi lain saya sangat kesal, sedikit jengkel dan kasihan dengan karakter Sabari terutama ketika ia mengenal perasaan Cinta.
Kisah cinta Sabari ini membuat saya teringat dengan satu quote yang populer, diucapkan oleh karakter yang populer pula, "Love is the most twisted curse of all" yang diucapkan oleh Gojo Satoru. Sifat baik dan polos Sabari bagi saya malah membuat karakter Sabari sangat pantas diberi pelukan hangat. Sudah cukup bagi sabari hidup memprihatinkan dikarenakan oleh Cinta.
Love is the most twisted curse of all - Gojo satoru
Sudah umum jika dalam cerita seorang pria atau wanita menderita karena cinta, maka lawan jenis yang menyebabkan mereka jatuh cinta akan menjadi karakter yang tidak disukai oleh pembaca. Menurut saya betul, pada awal cerita semua pembaca akan membeci karakter Marlena, perempuan yang membuat Sabari yang polos jatuh cinta. Marlena tidak disukai karena sifat penentangnya. Namun plot twist akan membuat pembaca bersimpati pada karakter Marlena.
Namun jangan lupa bahwasannya Novel ini berjudul 'Ayah' yang pastinya berpusat pada kisah anak-ayah. Zorro adalah karakter yang menenangkan, anak yang berbakti dan menyayangi kedua orang tuanya. Alasan mengapa novel ini begitu membekas di hati pembaca. Bagi saya sulit sekali untuk melupakan bahwasannya anak berbakti seperti zorro adalah dambaan setiap orang tua.
Kekurangan Novel Ayah
Walau bagi saya aktivitas membaca adalah kegiatan yang menyenangkan dan memang sengaja saya luangkan waktu untuk mencari kebaikan dari buku yang saya baca. Namun jika diminta untuk menyebutkan hal yang bagi saya adalah kekurang dari novel ini, yaitu ada pada saat salah satu karakter menyebutkan nama-nama yang banyak yang menghabiskan beberapa paragraf-paragraf panjang.
Baca juga : Review Novel Janji
Penyebutan kata-kata seperti nama yang sangat banyak sehingga menghabiskan satu paragraf panjang tersebut berulang kali saya temui dalam novel ini. Bukan bermaksud sebagai ahli kepenulisan, hanya saja saya berfikir apa tujuan dari nama-nama yang banyak sampai menghabiskan paragraf panjang tersebut? karena ketika saya menemui kata-kata nama tersebut, saya spontan membaca paragraf selanjutnya.
Selain itu, semua yang ada dalam novel ini membuat perasaan saya senang karena saya begitu menikmati pengalaman membaca yang saya dapatkan dari novel ini. Dari semua novel yang ditulis oleh Andrea Hirata, saya baru sempat membaca Sang Pemimpi dan Ayah. Namun kedua novel tersebut sudah memberi dorongan yang kuat bagi saya untuk membaca karya karya Andrea Hirata yang lain. Selanjutnya saya mungkin akan membaca Bu Guru Ani dan Orang-Orang Biasa.
Semoga ada teman saya yang punya kedua novel tersebut supaya bisa dipinjam novel nya atau saya harus menabung supaya bisa beli😌
Fasliah.com
