Review Heaven's Design Team : Anime Underrated yang Santai, Mengedukasi dan Menghibur!

Setiap episode Heaven's Design Team, kita akan dibuat penasaran dan antusias dengan cara pikir desainer dalam menjalankan perintah dari klien nya

Review Heaven's Design Team anime

Heaven's Design Team atau yang dalam jepangnya berjudul "Tenchi Souzou Design-bu" merupakan salah satu dari sekian banyak anime underrated padahal sangat layak untuk ditonton. Heaven's Design Team merupakan salah satu dari beberapa anime yang memasukkan unsur ilmu pengetahuan ke dalam ceritanya namun tetap santai dan menghibur. Bahkan setiap episode membuat saya selalu penasaran dengan jalan cerita selanjutnya. 

Saya sebut sebagai anime underrated karena jumlah viewer Heaven's Design Team yang tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan anime adu jotos seperti Tokyo Revenger di platform youtube Muse Indonesia. Saya paham karena bagi penikmat pop kultur kebanyakan, anime 'berisi' seperti ini sering dibilang 'bikin ngantuk' sehingga kurang diminati. 

Tapi tidak bagi saya yang selalu merasa bahagia apabila cerita seperti Heaven's Design Team mendapat adaptasi animenya. Saya selalu mencari tontonan seperti ini karena ceritanya yang santai, menghibur namun juga mengedukasi serta memotivasi. Saya bahkan selalu berharap anime seperti ini selalu mendapat jatah 1000 episode. 

Sebagai bentuk penghargaan (dari perasaan pribadi) kepada pembuat manga Heaven's Design Team dan tim produksi anime nya, saya merasa harus menuliskan kesan atau review walaupun sudah 2 tahun anime ini pertama kali rilis (winter tahun 2021). 

Sekilas Informasi 

Judul asli Tenchi Souzou Design-bu
Tahun Pertama rilis (anime) Januari 2021 (winter)
Sumber cerita Manga (2018)
Genre Comedy, Fantasy
Studio Asahi Production
Jumlah episode 12 + 1 OVA
Demografi Seinen
Produser Kodansha, Avex Pictures, Dentsu

Kesan Pertama : Sangat Menarik 

Hal pertama yang menjadi kesan tersendiri bagi saya adalah konsep dari cerita yang sudah dijelaskan di preambule. Langit dan Bumi telah diciptakan oleh 'Tuhan' berserta unsur kehidupan didalamnya, namun karena merepotkan 'Tuhan' menyerahkan urusan konsep dan desainnya kepada 'karyawan kontrak'. 

Dunia pop kultur Jepang memang sudah biasa diwarnai oleh konsep serupa yaitu dimana konsep tuhan, dewa, malaikat dan iblis berbalik peran dan melenceng jauh dari apa yang diyakini oleh orang kebanyakan. Contohnya iblis yang sebenarnya baik dan malaikat pemalas seperti di Gabriel Dropout. Namun kebanyakan anime tersebut bergenre seinen (kategori usia dewasa) dan dalam kaitannya dengan Heaven's Design Team memang sengaja ditujukan untuk edukasi terutama soal makhluk hidup. 

Di episode pertama, tuhan sebagai klien dari Departmen Desain Penciptaan Surga memberikan perintah untuk membuat hewan yang bisa memakan daun dari tempat yang tinggi. Para desainer yang bersedia akan mengajukan proposal desain mereka dan mempresntasikan nya di depan Shimoda, malaikat magang yang bertugas sebagai perantara antara Desainer dan klien mereka yaitu tuhan. 

Tsuciya dikenalkan sebagai desainer pencinta kuda mengajukan pegasus sebagai proposalnya. Dikarenakan pegasus bisa terbang sehingga mampu untuk makan daun walaupun dari ketinggian. Kemudian proposal dari Unabara mengajukan Rusa berleher panjang, ia beralasan jika harus makan daun dari tempat yang tinggi maka tinggal panjangkan saja lehernya. 

Ternyata kedua proposal tersebut ditolak oleh bagian teknisi yaitu Higuchi. Bagian teknisi berperan memastikan agar desain yang diterapkan pada makhluk hidup dapat bertahan hidup di bumi. Pegasus (kuda bersayap) mustahil dapat terbang karena ukurannya yang besar. Sayap pada pegasus tidak mampu membuat ia terbang karena pada dasarnya kuda tidak memiliki masa otot yang cukup untuk menggerakkan sayap.  

heaven's design team anime

Ternyata konsep 'hewan terbang' sangat rumit. Dijelaskan oleh kanamori sebagai desainer yang sering membuat berbagai macam desain burung. Bahwa ia sampai harus melubangi tulang dan sayap agar hewan yang didesainnya dapat terbang. Sampai-sampai ia membuat hewan tersebut sering eksresi (berak) supaya massa tubuh hewan bisa berkurang agar ia mampu untuk terbang. 

Artinya jika Pegasus itu nyata dan diciptakan, maka pegasus yang ada adalah Kuda bersayap yang sangat berotot dan sering menembakkan kotoran saat terbang. 

Rusa berleher panjang ternyata mustahil untuk diciptakan. Ketika pertama ditest untuk hidup, rusa tersebut langsung mati dikarenakan anemia otak. Untuk memompa darah dari jantung menuju otak dengan panjang leher 10 meter maka diperlukan bobot jantung seberat 1.5 ton, mustahil untuk hewan seukuran rusa. 

Unabara meminta desain ulang untuk memanjangkan kaki daripada lehernya, masalah yang datang kemudia bagaimana hewan tersebut bisa minum? karena itu jalan keluarnya adalah jalan tengah, kaki dan leher hewan tersebut sama-sama panjang agar seimbang. Dalam sistem pencernaan nya ditambahkan banyak bakteri yang bisa mengubah tumbuhan menjadi sumber protein sehingga walaupun memiliki bobot badan yang besar, hewan tersebut mampu hidup hanya dengan memakan dedaunan. 

Dari diskusi-diskusi diantara desainer surga tersebut, Shimoda tiba-tiba mendapat 'wahyu', persetujuan ilahi!. Tuhan sebagai klien pun menyetujui desain tersebut yang mana hewan tersebut dibumi dikenal dengan nama Jerapah. 

Setiap episode kita akan dibuat penasaran dan antusias dengan perintah dari klien yang dikerjakan para desainer, seperti hewan yang makannya kecil-kecil, hewan yang tidak ada disitu namun sebenarnya dia ada disitu, Hewan yang bisa mengapung sekaligus mampu memakan benda keras, dan masih banyak lagi perintah klien yang membuat para desainer surga berpikir sangat keras. 

Baca juga : Contoh Pembukaan Pidato Islami Singkat 

Belajar Tentang Kehidupan dari Tenchi Souzou Design bu

Dari Tenchi Souzou Design bu banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, bukan hanya ilmu pengetahuan mengenai hewan itu namun juga tentang kehidupan itu sendiri. Anime ini memang ditujukan untuk kalangan berumur dewasa sehingga interpretasi dari anime ini ditanggung oleh penonton itu sendiri. Namun yang pasti banyak hal baik yang bisa kita petik dari cerita ini. 

Ada satu scene dimana saya diajarkan bahwa umur manusia yang pendek dan menjadi tua sebenarnya adalah berkah tersendiri bagi manusia. Makhluk yang tidak menua dan berumur sangat panjang cenderung mudah mengalami kepunahan karena sedikitinya keberagaman dan karena itu tidak tahan terhadap serangan patogen yang menyebabkan penyakit. 

Shimoda berpendapat bahwa penuaan adalah kutukan pada mahkluk hidup. Namun ternyata penuaan pada dasarnya adalah berkah bagi makhluk hidup karena penuaan adalah mekanisme pertahanan hidup bagi mahkluk hidup tersebut.  

Lebih dari itu semua penciptaan yang disinggung dalam anime ini mengajarkan bahwa selalu ada alasan dibalik penciptaan suatu makhluk hidup. Diluar dari hal-hal yang perlu dikomentari mengenai konsep tuhan dan malaikat dari anime ini, setidaknya mengingatkan kita pada satu kutipan ayat dari Al- Qur'an 

'Tidaklah engkau ciptakan semua ini sia-sia, mahasuci engkau, lindungilah kami dari azab neraka' - Al - Imran : 191

Grafis Tenchi Souzou Design bu : Tajam dan Berkualitas

heaven's design team komik

Karakter yang unik dan beragam serta cerita yang berisi serta berkualitas bukan hanya keunggulan anime ini, namun juga grafis nya yang tajam dan berkualitas. Saat menonton saya tidak bisa hanya fokus subtitle namun juga pada karakter nya karena kualitas grafis anime ini membuat karakter nya menjadi indah di mata saya. 

Belum lagi jika ditambahkan dengan Voice Actor yang membuat karakter pada anime ini semakin menawan. Shimoda yang diisi oleh Enoki Junya yang juga mengisi suara Yuuji Itadori dari Jujutsu Kaisen.  Saat mendengar Mizushima berbicara saya merasa tidak asing dengan suaranya, ternyata pengisi suaranya sama dengan Sukuna yaitu Junichi Suwabe. 

Anime seperti ini sangat layak mendapatkan 1000 episode, bukan hanya 12 episode ditambah dengan 1 OVA saja. Bagi saya Heaven's Design Team merupakan salah satu anime underrated yang harus tetap diproduksi karena nilai edukasi dalam setiap ceritanya. Disisi lain tetap menghibur walau punya jalan cerita yang santai. 

Tapi mustahil karena volume manganya belum sebanyak One Piece yakni hanya sampai 8 Volume dengan status ongoing. Untuk menghormati penulis cerita dan mangaka dari Heaven Design team, saya berkeinginan untuk mengoleksi manganya, tentu saat Elex Media siap memproduksinya di Indonesia. 

Fasliah.id